Senin, 06 Juni 2011

cerpenn.... Rasa.................

Oke sebelumnya,saya memang tidak pandai berkata-kata apalagi mebuat sebuah cerpen,pengetahuan saya dalam menulis masih sangat minim. Mohon maaf apabila banyak salah kata dalam penulisan cerpen ini. Terimakasih :D . Selamat membaca !!!

HAHAHAHAHA “Lana  tertawa akibat menonton sinetron komedi . Dia memang senang sekali  humor dan juga menertawakan ku tetapi dia adalah sahabat ku dari SMA yang paling berarti. Aku adalah Sesha seorang gadis yang percaya diri berparas biasa saja dan lumayan pintar. Berbeda dengan Lana,seorang yang anggun dan banyak disukai. Aku sangat menyukai design  dan bercita-cita menjadi seorang arsitek. Tidak di sangka kami diterima di universitas  yang sama walaupun berbeda kelas.  Hari ini adalah hari pertama ku masuk kuliah
“Sesha.. nggak nyangka bisa ketemu lo disini,jurusan apa sa? “ sapa Yogi teman SMP ku sekaligus cinta pertamaku. “hai yog,Alhamdulillah arsitektur hehe “ jawabku. Yogi pun tersenyum manis dan langsung berlari kearah temannya. Ternyata temannya itu adalah Lana sahabatku. Aku heran bagaimana mungkin yogi bisa mengenalnya dan aku tidak pernah menceritakan Yogi ke Lana,mau bertanya tapi yasudahlah. Kami pun jalan bertiga dan berpisah di gedung B. Lana dengan setia menemaniku mencari kelas dan pencarian kami terhenti di ruang A1.08. “Sa semoga dapet temen baru yang menyenangkan ,ganbatte! Viel gluck “,ucap Lana sambil tersenyum. Aku pun masuk ke dalam kelas dan mengambil posisi duduk di sebelah gadis yang tengah membaca Koran. 

“Hai gue Vega,nama lo siapa?”. Gue Sesha,senang berkenalan dengan anda “,jawabku sambil tersenyum lebar. Tiba-tiba ada sesuatu yang membuatku tercengang, “HAH? Yogi sekelas sama guee,bisa nggak konsen nih”,ucapku dalam hati.  Hari pertama kuliah ku habiskan dengan berkenalan dengan teman sekelas baik lelaki maupun perempuan. Vega ini teman pertamaku di kelas,aku senang bermain dengannya karena dia berpengetahuan luas dan cara berbicaranya yang universal. Aku juga dekat dengan Astrid,gadis berkacamata yang mempunyai kesukaan yang sama denganku yaitu design.  Hari-hari kuliah ku lalui dengan penuh semangat meskipun jurusan yang ku ambil ini lumayan menguras otak,waktu dan pikiran,aku tidak mau menyerah begitu saja. Aku memang tidak begitu mengenal cinta,cuek,pacaran saja baru sekali (sama si Yogi). Yogi sering menyapaku di kelas dengan tatapannya yang masih seperti dulu. Aku mencoba untuk menghindarinya,tapi apa daya dia kan juga lumayan dekat sama Lana,jadi aku harus menghargainya juga.
“Sesha,katanya mau nyari referensi tugas kewarganegaraan,kok malah bengong. Ini gue ada buku dari perpus,pokoknya hari ini harus selesai titik.”, ucap Raga,lelaki pintar bertubuh atletis yang pendiam dan angkuh. 

“maaf ga,ini kan tugas individu jadi bisa nanti ngerjainnya”,jawabku lembut. Pertama kalinya aku bertemu dengan lelaki seperti ini,menurutku dia aneh,tapi sejak awal ospek aku sudah tertarik padanya. Dia suka hal yang berbau jepang dan sering menyendiri di  perpus dibanding bersama teman satu gengnya bermain basket. Aku pun sempat berbincang dengannya. “ ga,lo kok seneng banget sendiri sih? Kenapa nggak ikut temen temen lo main aja?”,Tanya ku. “Kenapa emang?,gue suka sendiri itu karena gue punya prioritas,gue punya mimpi gue nggak mau menyianyiakan waktu gue begitu aja.”,jawab Raga ketus.

“hahaha,gue Cuma mau tahu aja nggak lebih kok,menurut gue lo jangan terlalu terobsesi sama mimpi lo itu,lo juga harus mengenal orang orang disekitar lo,nggak baik ga kalo gini terus.  Akhirnya dengan keuletan kami (ya,walaupun nggak satu kelompok),pukul 16.00 materi tentang politik dan hukum selesai dan siap dikumpulkan besok pagi.  Aku langsung menemui Astrid ,Astrid berjanji kepadaku untuk mengajari comprehend 3d max. Sebelumnya aku hanya belajar 2d,itu juga diajari kakakku yang sekarang menetap di Bandung. Dasar-dasarnya 3d max saja aku belum mengerti dan waktu di ajarin Astrid belum dapat pencerahan juga.  Keesokkan harinya aku kerumah Lana,mengembalikan beberapa  novel yang aku pinjam.
“Sa,tunggu bentar yaa gue mandi dulu,lo ngobrol aja dulu sama kakak gue”,ucap Lana. Tiba-tiba sesosok laki-laki datang membawakan ku segelas air,aku pun tersentak “yogiiiiii,ngapain lo di sini?”
“haha,ini kan rumah gue sa. Lana itu ade gue”,jawab yogi lantang. “Maksudnyaaa yog?”
“Lana kembaran gue,nggak usah kaget gitu. Gue sering nanya nanya tentang lo ke Lana,gue masih sayang sama lo saa”,ucap yogi dengan percaya diri.  Zlepp,Sesha langsung diam seketika. Lana tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya,dan ketika aku bermain kerumahnya aku tidak pernah melihat Yogi.  Semenjak putus dari  yogi,Sesha tidak pernah dekat dengan lelaki manapun. Yang Sesha pikirkan hanyalah impiannya,relationship nomor 2. Satu-satunya cowo yang membuatnya tertarik saat ini adalah Raga,teman sekelas yogi juga.  “Sa,kok diem? Gue seneng bisa ketemu sama lo lagi. Selama ini gue Cuma bisa liat lo dari jauh,dari gerbang SMA lo. “Gue tau kok hal itu,tapi kenapa Lana ngga pernah cerita sama gue yog?”  “gue yang ngelarang dia,plis jangan marah sama Lana ini salah gue.”ucap Yogi. 

“hmm,yaudah deh gue mau balik aja,titip novel ini ke Lana ya”,Sesha pun langsung kabur. Di perjalanan pulang,Sesha bertemu dengan Vega dan mereka pun langsung mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol. “sha,abis ketemu yogi yaa cieee”,Vega meledek. “ah sok tauu,gu..gue abis jalan aja kokk”,jawab Sesha terbata-bata. “udah deh,ngaku aja tadi yogi sms gue,dia cerita semuanyaa, gila yee lo gak pernah ceritaa sha ck”,vega sinis.  Teroret..terorettt handphone Sesha berbunyi, “halo siapa ini?” “ini gue Raga”,jantung sesha langsung berdetak hebat. 

Sesha: “kenapa ga?” ada yang bisa gue bantu?”
Raga: “gue Cuma mau denger suara cempreng lo aja sa,lagi ngapain?”
Sesha: “gue lagi jalan sama vega,ngga ada kerjaan deh nelpon gue jam segini “
Raga:” heh masih mending gue telpon,besok ada acara ga? Gue mau ngajak lo jalan nih”
Sesha:”hm,ngga ada sih emanng mau kemana kita?”,”lagi suntuk nih”
Raga:” temenin gue ke jfest (Japanese festival) dong,mau ya plis”
Sesha:” yaudah deh dengan sangat terpaksa”
Raga:” nah gitu dong ,besok pulang ngampus kita langsung kesanna oke shaa see you”

Raga langsung menutup telponnya. Haduhh vegaaaaa,hari ini tuh banyak banget kejadian yang bikin gue gila deh,si yogi si raga bikin gue pusing. Raga yang sebelumnya nggak pernah sms gue sama sekali,tau tau nelpon ngajak jalan lagi. Gue pengen balik ke kehidupan sebelumnyaa,gue males sama cowo,bisanya Cuma bikin gue pusing. “hush,ngga boleh ngomong gituu,seharusnya lo bersyukur sa bukannya ngeluh begini”,tampik vega. “Raga ngajakin gue jalan besok,terus gue harus  gimana?”,Tanya sesha. “yah jalan aja sana,nikmatin aja kali aja raga yang terbaik buat lo hihi.” 

”Saa,lo kenapa kemarin sama kakak gue?”,Tanya Lana . “Sory lan,gue shock pas tau dia kakak lo,kenapa ngga cerita?”,ucap sesha. “lo aja ngga pernah cerita yogi itu mantan lo,kasihan yogi dia uda nunggu lo lama,”jawab lana lirih. “masa? Terus kenapa dia mutusin gue?”,Tanya sesha. “yah kalo itu sih gue nggak tau yang jelas itu juga buat kebaikan lo,udah deh jangan mikir aneh-aneh”,Lana langsung pergi meninggalkan Sesha.  Hari ini kuliah sampai jam 13.00,tak lupa aku membawa laptop kesayanganku sambil membuat design bersama Astrid.  Raga datang menyapaku lalu menagih janji yang kemarin di telpon dan dengan seenaknya langsung menarik tanganku ”ayo sha berangkatt?”. “heh  lo ya,acaranya juga masih lama bisa kan nggak pake narik?”. “haha gue maunya sekarang biar nggak macet,cepetannya sana beres-beres.”,ajak Raga. Aku pun langsung memasukkan buku dan laptopku kedalam tas,dan kami berdua berjalan menuju parkiran. 

Dari sudut tangga aku melihat Yogi sedang memperhatikanku,namun aku tidak mempedulikannya. Acara jfest saat itu banyak dihadiri anak muda seusiaku. Aku pun bingung,hal apa yang mau aku lakukan disini. Aku berjalan bersama Raga mengitari stand stand yang menjual berbagai pernak pernik jepang dan makanan jepang. Raga membelikan ku takoyaki dan kami manyantap itu berdua. Saat kami sedang makan ,aku melihat Yogi. Oh ternyata dia mengikuti kami berdua,tetapi Raga tidak menyadarinya. Yogi pun berjalan kea rah kami.

“Ragaa,boleh gue gabung?”,Tanya Yogi. “iya boleh,kan kita teman sekelas haha”. Dari nada bicaranya aku tahu bahwa sebenarnya Raga tidak menginginkan Yogi berada disini aku pun juga demikian namun,bukan karena aku tidak menyukainya melainkan karena ucapannya kemarin yang membuat ku masih shock hingga saat ini. Baru 45 menit kami mengobrol bersama,aku berusaha untuk keluar dari situasi ini. “ehmm yog,ga gue balik duluan yaa baru inget ada janji sama nyokap.” “biar gue anter sha”,ucap yogi dan raga bersamaan. “nggak usahh gue sendiri aja,lo berdua disini aja.”,kataku sambil tersenyum. Entah apa yang yogi dan raga bicarakan,tiba-tiba yogi berkata “sa,lo pulang biar dianter raga aja,hati-hati ya.” Yah dengan terpaksa aku menurutinya,padahal mau pulang sendiri. Raga membawa motornya dengan hati-hati,aku pun merasa nyaman sekali berada di dekatnya. Akhirnya aku sampai dirumah dengan selamat,aku mengenalkan Raga kepada ibuku dan ibuku sangat menyukai Raga. Drrrrrrr,handphone ku bergetar. Aku membuka pesan yang dikirimkan Lana,isinya begini “ sha,yogi kecelakaan sekarang dia di rumahsakit lagi kritis,gue harap lo bisa kesini”

Hatiku hancur mendengar berita itu,”Ragaa yogi kecelakann,tolong anter gue kerumahsakit.” Tanpa banyak kata Raga langsung memboyongku ke rumahsakit tempat Yogi dirawat. Aku melihat Lana dan kedua orangtua Yogi yang sedang menangis. Dengan wajah pucat pasi aku berjalan mendekati Lana,tuk tuk tuk. “ehm,Gimana keadaan yogi?”,tanyaku pelan. Lana menjawab pertanyaanku sambil terisak-isak,”Yogi mengalami benturan hebat dan sekarang dia koma.” Aku masuk ke ruang perawatan yogi,dan aku tidak kuasa menahan tangisku. Raga kembali mengantarku pulang dan menenangkan ku,tak lupa dia membisikkan kalimat kalimat yang menurutku sangat gombal. Bukannya bikin tenang,ini malah membuatku risih. Selama yogi koma,raga sering mendekatiku bahkan sering mengirimkan bunga kerumah ku dan kata kata mesra di handphone ku. Raga yang semula ku kira baik walau sdikit angkuh,mulai terlihat sifat aslinya. 

Perlahan rasa suka ku memudar setelah ku ketahui dia sering bermain hati dengan banyak wanita. Terlintas di pikiranku untuk berbuat jahat yaitu mematahkan hatinya,yah daripada aku yang patah hati. Aku pura pura masuk ke dalam permainannya dan membuatnya bertekuk lutut kepadaku. Setelah membuat Raga seperti ini,aku langsung meninggalkannya dan memfokuskan pikiran ku ke kesehatan yogi.   

Sudah hampir dua bulan yogi koma,Lana mengajakku ke kedai ice cream. Ini adalah tempat yang sering kemi berdua kunjungi dulu. Lalu,Lana mengajakku ke rumahnya ku lihat sebuah pintu kamar terbuka dan Lana menyuruhku masuk ke dalamnya. Didalamnya aku melihat banyak foto foto candid ku yang diambil secara diam diam oleh yogi dan ternyata dia juga tidak pernah dekat dengan wanita lain setelah putus denganku. Ternyata rasa cintanya kepadaku sangat tulus dan aku baru menyadarinya. Aku langsung keluar dari kamar itu dan segera menuju ke rumahsakit bersama Lana. Disana aku melihat beberapa teman sekelasku,wajah mereka tampak murung. Dengan wajah polos aku bertanya,”Ada apa teman-teman?”,tetapi tidak ada yang menjawab. 

Ku dengar suara teriakan Lana,aku langsung masuk ke dalam dan kulihat bahwa yogi sudah meninggal. Aku pun memeluk yogi dan berharap ini hanya mimpi. Tapi,ini nyata dan aku tidak bisa melihatnya lagi. Mungkin senyum itu adalah senyum terakhir yang dia berikan kepadaku. Setelah aku mematahkan hati Raga dan kepergian yogi,aku kembali focus pada satu tujuan ku yaitu menjadi seorang arsitektur ternama.
Sekian
wassalam
INDAH RAHMAWATI
59410279
1IA09


Continue Reading...
 

indatynda Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon